Tampilkan postingan dengan label Taruna STIP Tewas. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Taruna STIP Tewas. Tampilkan semua postingan

Rabu, 11 Januari 2017

Detik-Detik Taruna STIP Tewas Dianiaya Seniornya

Detik-Detik Taruna STIP Tewas Dianiaya Seniornya


Amirullah Adityas Putra (19) tewas diduga karena dianiaya para seniornya. Taruna Sekolah Tinggi Ilmu Pelayaran (STIP) Marunda, Cilingsing, Jakarta Utara, ini dianiaya empat seniornya.

Empat senior yang diduga menganiaya taruna tingkat satu itu berinisial SM (20), WS (20), IS (22), dan AR (20). Pantauan Liputan6.com, Rabu (11/1/2017), mereka tengah diperiksa di Polsektro Cilincing, Jakarta Utara. Amir tewas setelah dianiaya di lantai 2 Gedung STIP, sekitar pukul 22.30 WIB.

Peristiwa itu dibenarkan pihak kepolisian Polres Jakarta Utara. Namun polisi belum mau membuka secara detail awal muasal terjadinya kasus dugaan penganiayaan itu.

"Ya benar. Nanti siang kita informasikan, kita rilis nanti ya," kata Humas Polres Jakarta Utara, Kompol HM Sungkono, saat dikonfirmasiLiputan6.com, Rabu (11/1/2017).

Bermula ketika salah satu dari empat senior tersebut mengumpulkan junior setelah mereka selesai latihan drum band, sekitar pukul 22.00 WIB.

Enam taruna STIP tingkat satu akhirnya mengikuti perintah empat seniornya itu. Mereka berkumpul di lantai 2, kamar M-205. Sampainya di lokasi, satu per satu para senior menganiaya taruna tingkat satu dengan tangan kosong.

Namun, ketika pukulan terakhir dilayangkan WS, tiba-tiba Amirullah pingsan dan ambruk ke dada seniornya itu.

Panik melihat kejadian itu, para senior langsung membaringkan Amirullah di tempat tidur. Empat senior tersebut lalu menghubungi seniornya di tingkat 4 dan langsung dilanjutkan ke pembina dan piket medis STIP untuk memeriksa kondisi korban. Saat itu kondisi korban sudah tidak bernyawa.

"Kejadian tersebut merupakan insiden yang ketiga kali. Sebelumya terjadi tahun 2012 dan tahun 2013," ujar Sungkono.
no image

Kronologi Tewasnya Taruna STIP

Amirullah Adityas Putra (18), taruna Sekolah Tinggi Ilmu Pelayaran (STIP), menjadi korban tewas dianiaya seniornya. Polisi tengah mengusut kasus ini.

Selain Amirullah, ada lima korban lain yang diduga juga dianiaya. Polisi menetapkan lima orang sebagai tersangka, namun salah satunya tidak ikut menganiaya Amirullah.

Peristiwa penganiayaan terjadi pada Selasa (10/1) malam. Korban Amirullah telah diautopsi di RS Polri, Jakarta Timur, dan kemudian dibawa ke rumah duka.

Berikut kronologi kejadian seperti disampaikan oleh Kapolres Jakarta Utara Kombes Awal Chaeruddin di kantornya, Rabu (11/1/2017):

Selasa, 10 Januari 2017
22.30 WIB
Seorang pelaku atas nama Sisko Mataheru (19) meminta 6 juniornya, termasuk Amirullah, berkumpul di gedung Dormitory 4 kamar M205 lantai 2.

Di lokasi itu, ada 4 pelaku lainnya, yaitu Willy Hasiloan (20), Iswanto (21), Akbar Ramadhan (19), dan Jakario (19). Kelima pelaku itu lalu menganiaya 6 korban, termasuk Amirullah.

"Korban Amirullah ini dianiaya 4 orang pelaku bernama Sisko Mataheru, Willy Hasiholan, Iswanto, Akbar Ramadhan, sementara pelaku Jakario tidak terlibat penganiayaan korban Amirullah, melainkan korban lain bernama Ahmad Fajar," ujar Kapolres Jakarta Utara Kombes Awal Chaeruddin.

Kemudian ketika pelaku Willy hendak menganiaya, Amirullah terjatuh ke arah tubuhnya dan tidak sadarkan diri. Saat itu, mereka mencoba mengangkat Amirullah ke tempat tidur tak jauh dari TKP.

"TKP-nya itu semacam ruang ganti baju, di situ banyak lemari pakaian para taruna yang digunakan untuk loker ganti baju," kata Awal.

Para pelaku lalu memberikan minyak angin ke Amirullah, tetapi dia tidak kunjung siuman. Mereka lalu melapor ke taruna tingkat IV dan menceritakan peristiwa itu.

Rabu, 11 Januari 2017
00.15 WIB

Tim dokter STIP memberikan pemeriksaan terhadap korban.

01.45 WIB

Amirullah dinyatakan meninggal dunia oleh pihak STIP.

02.00 WIB

Polsek Cilincing dan Polres Metro Jakarta Utara menerima laporan dari pihak STIP. Polisi pun menuju ke lokasi dan melakukan olah tempat kejadian perkara.

05.00 WIB

Polisi selesai melakukan olah TKP dan membawa sejumlah barang bukti. Sedangkan jenazah Amirullah dibawa ke RS Polri.

10.18 WIB

Keluarga mendatangi RS Polri dan menunggu hasil autopsi.

11.55 WIB

Jenazah Amirullah selesai diautopsi dan didoakan oleh pihak keluarga beserta perwakilan dari Kementerian Perhubungan (Kemenhub) di ruang transit jenazah RS Polri.